Hallo ini Laila.
Bagaimana keadaan mu hari ini? Sudahkah kamu merasakan lembutnya terpaan angin di kulit mu? Merasakan hangatnya mentari pagi dan menghirup sejuknya udara? Sudahkah kamu melihat betapa indahnya langit hari ini?
Sungguh hari ini sangat indah teman, awan bergerak kencang di atas sana, ayam tetangga juga sudah memanjat ke parabola kami hahaha
Selama dua hari ini hujan turun deras ditambah air pasang yang naik jadilah rumah kami kebanjiran.
Saat aku mengetik tulisan ini, aku duduk di depan. Tepat di sebelah kiri ku ada jendela kayu berjerejak besi empat batang.
Oh iya aku jadi ingat sesuatu, mimpi ku di waktu aku masih sangat kecil, jauh sebelum aku masuk sekolah SD.
Waktu itu, aku mimpi sedang pergi ke rumah uak (abang ibu ku) jalan kaki. Jalan menuju rumah itu harus melewati dua jembatan kayu. Jembatan 1 cukup pendek tetapi tinggi sekali dan di bawahnya ada sungai yang mengalir. Jembatan 2 tidak terlalu tinggi tetapi sangat panjang dan cuma bisa dilewati dua orang saja juga papannya banyak yang lapuk.
Jadi ku putuskan lewat jembatan 2 saja karena aku takut ketinggian.
Sambil berjalan di atas jembatan itu aku terbayang dengan jembatan 1 karena aku akan membawa temanku pulang berarti harus lewat situ. Aku ingat saat itu memakai pakaian satu setelan berwarna kuning emas. Lama sekali rasanya sampai di rumah uak.
Terjadilah pas pulang lewat jembatan 1 huhuhu gemetaran, rasanya tidak mau lewat situ tetapi tidak bisa mundur karena banyak orang yang mengantri di belakang ku. Tinggal selangkah lagi aku akan naik di jembatan itu, jika mau mutar juga gak bisa karena itu tinggi sekali. Aku takut.
Aku pegang pergelangan tangan temanku erat kemudian ku mantapkan kaki ku. Bismillah. Seperti itu hahaha. Seingat ku ketika mau naik itu ada juga orang yang mau lewat tetapi masih jauh di depan ku. Ternyata bukannya dia lewat melainkan menyambut ku dan kami berjalan terus hingga naik anak tangga yang tidak ku ketahui, aku pun tidak bertanya. Mengikut saja. Dan entah bagaimana ceritanya aku malah jadi menolong banyak orang yang ada disitu, kami naik tangga lagi dan naik ke tingkat terakhir ternyata itu adalah awan. Iya, awan.
Setelah beberapa lama aku terjebak disitu aku baru menyadari untuk melihat sekeliling ku. Cantik sekali hwaaaa masih jelas di ingatan ku. Sesaat aku kaget. Semua orang yang kulihat berpakaian tradisional India, ada yang warnanya kuning kunyit, ada yang merah ada yang hijau. Mereka membawa benda semacam baki atau kendi. Aku tersenyum dan mimpi ku berakhir.
Entah apa maknanya hahaha.
Hal yang paling mengejutkan adalah mimpi ini bersambung di beberapa tahun yang lalu.
Besok ya aku ceritakan.
Mimpi ini selalu muncul di ingatan di saat hari sangat baik, sangat indah seperti hari ini.
Leave a comment